UNSAM Kembangkan FLUVIA untuk Petakan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

SIARAN PERS
474/UN54.15/HM.02.03/2026

Penulis: Nazriatun Nisa, M.Si.

Langsa, 12 Oktober 2026 – Banjir memberikan dampak yang signifikan terhadap penghidupan masyarakat. Banjir merusak rumah masyarakat, memutus jalur transportasi. Lebih lanjut, banjir juga mengganggu keberlangsungan proses pembelajaran karena merusak fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, pendataan sekolah-sekolah terdampak banjir menjadi penting untuk mengetahui langkah mitigasi yang harus dilakukan.

Langsa, 12 Oktober 2026 – Banjir memberikan dampak yang signifikan terhadap penghidupan masyarakat. Banjir merusak rumah masyarakat, memutus jalur transportasi. Lebih lanjut, banjir juga mengganggu keberlangsungan proses pembelajaran karena merusak fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, pendataan sekolah-sekolah terdampak banjir menjadi penting untuk mengetahui langkah mitigasi yang harus dilakukan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan riset terkait pemetaan risiko bencana, Universitas Samudra (UNSAM) melalui tim peneliti yang dipimpin Nazriatun Nisa, M.Si., beranggotakan Ikhwan Amri, M.Sc., dan Lailissa’adah, M.Si., mengembangkan FLUVIA (Flood Landscape Understanding and Vulnerability Impact Assessment), Platform ini menggunakan teknologi WebGIS, yaitu sistem yang menyajikan informasi wilayah melalui peta digital berbasis web untuk memetakan dampak banjir terhadap fasilitas pendidikan yang terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pengembangan FLUVIA berangkat dari dampak banjir yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025. Berdasarkan Pusat Data Bencana Alam Hidrometeorologi Siklon Senyar Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 543 bangunan sekolah rusak akibat banjir. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemulihan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar dapat kembali berjalan.

Melalui FLUVIA, informasi mengenai lokasi sekolah, ketinggian genangan, dan tingkat kerusakan fasilitas pendidikan direncanakan disajikan dalam satu peta digital yang lebih mudah dipahami. Informasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan menentukan prioritas penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah terdampak.

Nazriatun Nisa menjelaskan bahwa analisis tahap awal telah diselesaikan untuk Kecamatan Manyak Payed. Penelitian ini menggabungkan data ketinggian banjir, topografi wilayah, lokasi sekolah, dan tingkat kerusakan fasilitas pendidikan ke dalam platform WebGIS FLUVIA. Informasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam pemulihan sekolah sekaligus menjadi dasar perencanaan mitigasi untuk mengurangi dampak banjir yang berpotensi kembali terjadi.

Melalui pengembangan ini, UNSAM mengambil peran sebagai perguruan tinggi yang menghubungkan riset, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan sektor pendidikan terhadap bencana.

Siaran pers ini merupakan bagian dari Program RESONA Saintek 2026 sebagai upaya Universitas Samudra mendiseminasikan hasil riset dan inovasi agar ilmu pengetahuan dan teknologi semakin dekat serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Loading

The post UNSAM Kembangkan FLUVIA untuk Petakan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang appeared first on Universitas Samudra.

Scroll to Top