
Aceh Tamiang, 2 November 2026 – Universitas Samudra (Unsam) berpartisipasi sebagai mitra dalam Solidarity Camp 2026 yang digagas DPD LSM Perintis Aceh dengan melibatkan Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Hunian Sementara (Huntara), Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Minggu (1/11/2026). Mengusung tema “Bersatu dalam Aksi, Mengabdi Tanpa Henti”, kegiatan tersebut menghadirkan pelayanan kesehatan dan berbagai aksi sosial untuk mendukung masyarakat yang masih menjalani pemulihan pascabencana.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsam, PTPN IV Regional 6, PT CMN, Homer Paint, Pertamina EP Rantau Field, dan KPH Wilayah 7 Aceh. Programnya meliputi penanaman pohon, pengobatan gratis, penyaluran bantuan sosial, serta pengecatan fasilitas umum (Sekolah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan Masjid).
Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., membuka kegiatan secara resmi sekaligus menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh mitra. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana perlu disertai peningkatan literasi dan kesiapsiagaan. Pengalaman bencana di Aceh menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pengetahuan serta kesiapan masyarakat menghadapi risiko serupa.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, tetapi juga sarana pembelajaran bersama untuk meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan. Kita perlu membekali diri, keluarga, dan lingkungan dengan pengetahuan menghadapi risiko bencana. Kami berharap mahasiswa turut aktif dalam pengabdian serta membantu memperkuat semangat masyarakat yang sedang menjalani pemulihan,” ujar Rektor.

Sementara itu, Ketua DPD LSM Perintis Aceh, Zulfadli, menjelaskan bahwa Solidarity Camp 2026 dilatarbelakangi oleh dampak bencana tahun 2025 yang masih dirasakan warga. Sebagai alumni Unsam sekaligus demisioner Presiden Mahasiswa tahun 2005, ia berharap kegiatan ini mempererat hubungan alumni, mahasiswa, dan kampus. Ia juga mengajak organisasi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui kerja sama dengan Universitas Samudra dan seluruh mitra, kami berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada Solidarity Camp 2026, tetapi berlanjut melalui berbagai program sosial dan pengabdian. Kegiatan ini juga diharapkan semakin mempererat silaturahmi antara alumni, mahasiswa, dan pihak kampus,” ungkap Zulfadli.
Perwakilan Pemerintah Kecamatan Bandar Pusaka menyampaikan bahwa pemulihan pascabanjir masih berlangsung secara bertahap. Kantor Datok di Babo belum dapat difungsikan kembali, sedangkan SD Negeri Babo masih menggunakan bangunan sementara karena gedung sebelumnya mengalami kerusakan. Dalam kondisi tersebut, kehadiran berbagai lembaga dan mitra dinilai membantu kebutuhan warga sekaligus memberikan dukungan moral.
“Semua pihak yang datang ke sini memiliki program masing-masing. Tujuannya sama, yaitu memberikan semangat dan membangkitkan kembali asa yang pernah hilang,” ujarnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Unsam, LSM Perintis, dan seluruh mitra serta berharap kegiatan sosial, kesehatan, dan olahraga terus berlanjut untuk mendampingi pemulihan dan membangkitkan kembali semangat masyarakat.

Keterlibatan Unsam dalam Solidarity Camp 2026 menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama LSM Perintis dan para mitra, Unsam turut mendukung pemulihan warga sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam merespons kebutuhan masyarakat. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut agar kontribusi perguruan tinggi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Kecamatan Bandar Pusaka. (MU)
![]()
The post Solidarity Camp 2026, Wujud Kontribusi Unsam bagi Pemulihan Masyarakat Aceh Tamiang appeared first on Universitas Samudra.
