SIARAN PERS
396/UN54.15/HM.02.03/2026

Langsa, 1 September 2026 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra (FKIP UNSAM) melaksanakan Kompetisi STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics)bertema“Membangun Generasi Tangguh Bencana melalui Inovasi STEAM”pada 1–3 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unsam ini menjadi wadah bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta inovasi dalam menjawab persoalan kebencanaan.
Kompetisi STEAM 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus kompetisi yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Peserta dari berbagai jenjang pendidikan ditantang untuk menghadirkan gagasan dan karya inovatif melalui pendekatan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika. Pemilihan tema kebencanaan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap risiko bencana sekaligus mendorong mereka untuk menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dekan FKIP UNSAM, Dr. Hendri Saputra, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kompetisi STEAM memiliki arti penting bagi FKIP UNSAM. “Kami memandang kegiatan ini bukan semata-mata sebagai sebuah kompetisi, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar akademik untuk membangun ekosistem pembelajaran yang integratif, inovatif, dan kontekstual. Dengan menghubungkan sains, teknologi, rekayasa, seni, kreativitas, dan matematika, peserta didorong untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” ujar Dekan FKIP UNSAM.
Pemilihan kebencanaan sebagai konteks utama memiliki relevansi yang kuat, mengingat Indonesia, termasuk Aceh, merupakan wilayah yang memiliki beragam risiko bencana. Berbagai peristiwa kebakaran dan banjir yang terjadi di sejumlah daerah menjadi pengingat bahwa pendidikan kebencanaan perlu diperkuat sejak dini. Pendidikan, katanya, tidak cukup hanya memberikan pengetahuan mengenai jenis dan dampak bencana, tetapi juga harus membekali peserta didik dengan kemampuan memahami risiko, mengidentifikasi masalah, menganalisis berbagai kemungkinan, serta merancang dan menguji solusi.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat menumbuhkan tradisi dan budaya akademik serta membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Semoga dari kegiatan ini lahir generasi yang tidak hanya mampu memahami sains, tetapi juga mampu menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas untuk menghadirkan solusi. Mari kita tumbuhkan tradisi belajar dari persoalan, berkarya berdasarkan ilmu pengetahuan, dan berinovasi untuk memberikan dampak.” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., menyampaikan apresiasi dan menilai pengembangan konsep STEM menjadi STEAM sebagai langkah yang menarik karena menambahkan unsur Art atau seni sebagai bagian penting dalam proses inovasi. “AI itu adalah alat bantu. Keputusan akhir dan tanggung jawab akhir tetap ada pada kita. Anak-anak perlu diperkenalkan dengan perkembangan teknologi sejak sekarang, karena teknologi akan berhubungan dengan kehidupan mereka dalam 10, 20, 30 tahun ke depan. Namun, kita juga harus tetap menilai kemampuan mereka dalam merancang, berpikir, dan berinovasi,” ujar Rektor.
Rektor juga menekankan pentingnya unsur seni dalam sebuah inovasi. Sebuah produk tidak hanya membutuhkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika agar dapat berfungsi dengan baik, tetapi juga membutuhkan nilai estetika dan kreativitas agar mampu menarik perhatian serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. Unsur inilah yang menjadi salah satu kekuatan pendekatan STEAM dalam mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga kreatif dan menarik.

Rangkaian Kompetisi STEAM FKIP UNSAM 2026 meliputi STEAM Fair Competition bagi siswa SD/sederajat, Popsicle Stick Bridge Challenge dan Water Rocket Challenge bagi siswa SMP/sederajat, serta STEAM Disaster Innovation Challenge bagi siswa SMA/SMK/sederajat. Melalui berbagai kategori tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, keterampilan memecahkan masalah, kerja sama tim, kreativitas, dan kemampuan menghasilkan inovasi.
Melalui pelaksanaan Kompetisi STEAM 2026, FKIP UNSAM berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif bagi generasi muda untuk mengenal persoalan kebencanaan secara lebih mendalam. Selain itu, kompetisi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kreatif dalam berkarya, serta mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.(CAR_1)
![]()
The post Kompetisi STEAM FKIP UNSAM Jadi Ruang Lahirnya Inovasi Generasi Tanggap Bencana appeared first on Universitas Samudra.
