SIARAN PERS
478/UN54.15/HM.02.03/2026
Penulis: Dr. Furqan Ishak Aksa, M.Pd

Langsa, 14 Oktober 2026 – Ketika banjir terjadi, masyarakat sering kali harus mengambil keputusan dalam waktu singkat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh permukiman, tetapi juga fasilitas umum terutama fasilitas pendidikan. Di Kabupaten Aceh Tamiang, banjir yang terjadi pada akhir 2025 merusak ratusan bangunan sekolah, termasuk puluhan sekolah yang mengalami kerusakan berat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.
Untuk membantu siswa menghadapi situasi tersebut, tim peneliti Universitas Samudra (UNSAM) yang dipimpin Dr. Furqan Ishak Aksa, M.Pd. mengembangkan Immersive Virtual Reality (IVR) berbasis Serious Game sebagai media pembelajaran mitigasi banjir.
IVR menghadirkan lingkungan virtual yang membuat pengguna seolah-olah berada langsung dalam situasi yang disimulasikan, sedangkan serious game merupakan permainan yang dirancang untuk tujuan pembelajaran. Perpaduan keduanya memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman dalam simulasi bencana. Melalui simulasi ini, siswa dapat berlatih mengambil keputusan dan melakukan evakuasi tanpa harus menghadapi bahaya bencana yang sebenarnya.
Pengembangan IVR Serious Game ini berangkat dari hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pembelajaran kebencanaan di Aceh masih banyak berfokus pada pengetahuan konseptual. Siswa umumnya telah mengenal jenis dan risiko bencana, tetapi belum tentu memahami tindakan yang tepat ketika bencana benar-benar terjadi.
Melalui IVR Serious Game, siswa tidak hanya menerima informasi tentang bencana. Mereka juga diajak masuk ke dalam skenario banjir dan menyelesaikan berbagai misi evakuasi. Skenario tersebut dikembangkan berdasarkan pedoman kesiapsiagaan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam simulasi, siswa dilatih untuk mengenali kondisi, menentukan pilihan tindakan, dan memahami konsekuensi dari keputusan yang diambil. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya menjawab pertanyaan “Apa itu banjir?”, tetapi juga mengajak siswa memahami pertanyaan yang lebih praktis, yaitu “Apa yang harus saya lakukan ketika banjir terjadi?”
Prototipe yang dikembangkan sejak 2023 tersebut telah melalui pengujian secara analitis dan eksperimental di laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknologi ini berpotensi meningkatkan self-efficacy, yaitu keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi situasi bencana. Penggunaan teknologi tersebut juga menunjukkan potensi dalam meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
Tahap pengembangan berikutnya diarahkan pada pengujian di lingkungan sekolah untuk memperoleh masukan dan temuan langsung dari pengguna. Hasil pengujian di lapangan selanjutnya akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan prototipe.
Selain pengujian di sekolah, pengembangan teknologi ini juga diarahkan untuk memenuhi pengujian SNI ISO/IEC 25000:2014. Teknologi tersebut selanjutnya akan dikembangkan sebagai bagian dari platform Disaster Edutech https://disasteredutech.com , yang mengintegrasikan Virtual Reality dan Serious Game untuk mendukung pembelajaran kebencanaan.
Melalui riset, simulasi, dan pemanfaatan teknologi, siswa diharapkan memiliki kesempatan untuk berlatih menghadapi situasi darurat sebelum berhadapan dengan kondisi sebenarnya. Dengan demikian, pembelajaran kebencanaan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu siswa memahami tindakan dan keputusan yang perlu diambil ketika keadaan darurat terjadi.
Kegiatan sosialisasi dan pengenalan IVR Serious Game ini didanai melalui Program RESONA Saintek 2026 sebagai bagian dari upaya Universitas Samudra mendiseminasikan hasil riset dan inovasi agar ilmu pengetahuan dan teknologi semakin dekat serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
![]()
The post UNSAM Kembangkan <i>IVR Serious Game</i> untuk Latih Siswa Hadapi Banjir appeared first on Universitas Samudra.
